Bank DBS Indonesia memperkirakan pada tahun 2011, bursa saham masih bullish. Alasannya, arus modal yang masuk ke Tanah Air yang deras, akan membuat bursa saham masih menjadi pilihan invesyasi. Demikian terungkap melalui Vivanews, pada hari KAMIS, 16 DESEMBER 2010, 15:21 WIB seperti di laporkan oleh Hadi Suprapto dan Syahid Latif.
Direktur Manajemen Risiko Kredit PT Bank DBS Indonesia, Birman Prabowo, menilai investasi saham pada tahun depan masih menarik. Derasnya arus modal yang masuk ke Tanah Air membuat saham masih menjadi pilihan. "Saham masih akan bullish," kata Birman kepada VIVAnews.com di Wisma Nusantara, Jalan MH Thamrin, Jakarta.
Menurut Birman, derasnya arus modal terjadi karena investor memandang Indonesia masih menjadi alternatif investasi. Investor melihat, pasar modal Indonesia lebih tahan terhadap krisis global dibandingkan negara lain.
Faktor pendukung lainnya adalah tingkat suku bunga. Birman memperkirakan tahun depan masih terjadi kenaikan suku bunga, sehingga indeks saham pun masih berpotensi naik.
Birman memperkirakan investasi saham komoditas mineral dan agribisnis masih menjadi pilihan. Selain itu, saham produk-produk kebutuhan dasar juga masih menggiurkan. Sebagai catatan, indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia sepanjang 2010 terus menunjukkan kenaikan. Pada penutupan perdagangan bursa 2009, indeks saham ditutup pada level 2.530,92.







Tidak ada komentar:
Posting Komentar