Belajar Forex masterforex.org

InstaForex
Tampilkan postingan dengan label bursa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bursa. Tampilkan semua postingan

Jumat, 22 Juli 2011

Terdorong Sentimen Positif Bursa Regional, IHSG Terus Menguat

Kembali mencetak rekor tertingginya, IHSG ditutup menguat 38,75 poin (0.95%) ke level 4106,82 (22/7). Didorong oleh sentimen positif bursa regional, asing kembali meneruskan penguatannya. Tercatat asing melakukan net buy sebesar Rp509 miliar, dengan total transaksi beli sebanyak Rp1,8 triliun. Sunnguh kenaikan yang sangat signifikan melihat perdagangan kemarin asing hanya menghasilkan net sell. Dengan transaksi sebanyak 17,3 juta lot atau senilai Rp5,26 triliun, IHSG sempat menyentuh level 4109.

Saatnya untuk melakukan BUY saham-saham blue chips.

Selasa, 15 Maret 2011

Daftar 10 'Top Foreign Buy' Hari Ini

Saham BNBR hari ini terbanyak dijual investor asing mencapai 33,3 juta saham dari volume perdagangan 436,6 juta saham dengan total transaksi Rp28,1 miliar. 

Demikian dikutip dari data BEI, Selasa (15/3). Indeks ditutup melemah 1,27% ke level 3.524 akibat panic selling mengikuti kejatuhan saham Asia akibat dampak gempa tsunami Jepang yang terjadi Jumat pekan lalu.

Investor asing masih terlihat bertahan dengan transaksi net foreign buy sebesar Rp41,47 miliar. Volume perdagangan juga sebanyak 3,6 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp4,55 triliun.

Urutan kedua saham BLTA mencapai 24,1 juta saham dari volume perdagangan 80,9 juta saham dengan total transaksi senilai Rp27,8 miliar. Urutan ketiga saham BUMI mencapai 23,01 juta saham dari volume perdagangan 212 juta saham dengan total transaksi senilai Rp636,1 miliar.

Urutan keempat saham BBKP mencapai 11,3 juta saham dari volume perdagangan 27,6 juta saham dengan total transaksi senilai Rp16,4 miliar. Urutan kelima saham BBNI mencapai 11 juta saham dari volume perdagangan 39,2 juta saham dengan total transaksi senilai Rp142,6 miliar.
Urutan keenam saham ADRO mencapai 9,3 juta saham dari volume perdagangan 66,8 juta saham dengan total transaksi senilai Rp158,1 miliar. Urutan ketujuh saham MLPL mencapai 7,8 juta saham dari volume perdagangan 36,7 juta saham dengan total transaksi senilai Rp8,8 miliar.

Urutan kedelapan saham IDKM mencapai 7,1 juta saham dari volume perdagangan 15,7 juta saham dengan total transaksi senilai Rp14 miliar. Urutan kesembilan saham KRAS mencapai 6,01 juta saham dari volume perdagangan 44,8 juta saham dengan nilai transaksi Rp47,7 miliar.

Urutan kesepuluh saham BSDE mencapai 5,1 juta saham dari volume perdagangan 13,1 juta saham dengan nilai transaksi Rp9,9 miliar.

Selasa, 22 Februari 2011

Verena Multifinance Peroleh Pinjaman Rp1,1 Triliun

PT.Verena Multifinance Tbk meraih plafon pinjaman dari induk usaha PT.Bank Pan Indonesia (Bank Panin) Tbk sebesar Rp1,1 triliun guna mendanai ekspansi bisnis penyaluran pembiayaan baru pada tahun ini. 


Direktur Operasional Verena Multifinance, Andi Harjono mengatakan pinjaman tersebut sebetulnya sedikit meningkat dari tahun lalu karena pada awal 2010, Bank Panin memberikan plafon Rp1 triliun yang kemudian dalam perjalanan plafon tersebut bertambah Rp100 miliar.



"Kalau plafon tahun ini kami diberikan sebesar Rp1,1 triliun. Tahun lalu juga awalnya Rp1 triliun lalu ditambah. Sokongan pendanaan kami cukup kuat," katanya kepada pers usai Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) di Jakarta, siang ini.



Dari nilai pinjaman tersebut, sebesar Rp1 triliun diberikan melalui skema channeling. Dalam pembiayaan channeling, seluruh dana untuk pembiayaan berasal dari bank. Sehingga risiko yang timbul dalam industri berada pada bank, multifinance hanya bertindak sebagai pengelola dengan memperoleh imbalan atas pengelolaan dana pembiayaan tersebut.



"Adapun sisanya sebesar Rp100 miliar diberikan dalam bentuk pinjaman biasa sebesar Rp75 miliar, sementara sisanya Rp25 miliar dalam bentuk pinjaman rekening koran di mana suatu saat dapat diambil jika dibutuhkan," tuturnya. 

Source : Bisnis.com

Minggu, 30 Januari 2011

Sistem Perdagangan Komoditi



Spot Trading: Pada tahun 1840, pemasaran biji-bijian sejenis palawija, gandum,jagung, dan kedelai (grain) di Chicago (Amerika Serikat) mengalami masa yang sangat sulit. Selama beberapa tahun terutama musim semi pada awal menanam benih untuk memenuhi permintaan yang meningkat harga grain sangat tinggi di Chicago. Keadaan itu memengaruhi semangat para petani. Namun,kegembiraan para petani tidak berlangsung sampai tiba musim panen karena harga grain turun cukup drastis. Para petani sangat terpukul karena mereka rugi.

Kenapa harga grain turun drastis? penyebabnya adalah karena para petani tidak memiliki tempat penyimpanan (strorage) yang cukup luas dan besar sehingga petani terpaksa menjual grain dengan harga yang dikendalikan oleh para pembeli sementara hasil penen melimpah. Keadaan itu tentu menyulitkan para petani.

Oleh karena penen melimpah dan gudang tidak cukup tersedia menyimpan panen, harga grain turun dengan drastis dan sepenuhnya dikendalikan oleh para pembeli. Jumlah bahan yang ditawarkan sangat melimpah tak sebanding dengan jumlah permintaan yang dibutuhkan pembeli. Para petani berusaha mencari pembeli sebanyak mungkin sehinggah harga grain jatuh.

Pada sisi lain, jika musim kurang baik atau tidak atau tidak sesuai dengan tanaman grain, hal itu menimbulkan masalah lain. Sistem dan jalur distribusi pun bisa lambat karena kondisi transportasi tidak baik atau kurang mendukung. Hambatan musim tadi menyebabkan gagal panen sehingga harga grain menjadi tinggi. Para petani tidak dapat memenuhi permintaan pabrik karena persediaan grain hanya sedikit. Akibatnya harga grain melambung sangat tinggi.

Tanaman grain merupakan salah satu bahan baku utama yang dibutuhkan sektor industri roti, tepung, dan lain-lain. Di dunia Barat khusunya Amerika Serikat (AS), roti dan tepung merupakan bahan makanan pokok. Harga grain selalu berubah setiap saat yang berakibat pada harga akhir tepung dan roti. perubahan harga tepung dan roti itu juga karena perubahan harga bahan baku lainnya. Keadaan itu menuyulitkan produsen (pabrikan) roti dan tepung. Masyarakat sebagai konsumen akhir akan kesulitan melakukan pembelian kebutuhan pokok itu.

mempelajari kenyataan yang selali membingungkan itu, mendorong para petani sebagai produsen/penghasil grain dan pihak pabrik industri roti dan tepung sebagai konsumen serta masnyarakat harus mencari cara pemecahan yang mereka hadapi bersama. Tidak mungkin hanya satu pihak yang memecahkan masalah itu tetapi harus mencari solusi secara bersama-sama. Jumlah kebutuhan pokok yakni makanan utama masyarakat terus meningkat seiring dengan peningkatan jumlah penduduk di AS. para petani, pebrikan serta masyarakat mulai memikirkan perlunya menyediakan suatu pusat pasar yang bisa mempertemukan para petani selaku penjual grain dengan pembeli yakni pabrikan.

Impian para petani menjadi kenyataan pada tahun 1848 ketika 82 orang pengusaha di Chicago mendirikan wadah yang dinamai Chicago Board of Trade (CBOT). CBOT mewadahi pertemuan para petani dan pembeli grain. Tujuan pendirian CBOT adalah agar para petani (produsen) dan pabrikan (pembeli) dapat saling menukarkan (jual-beli) grain dipasar spot.

Forward trading. Dengan CBOT para pendiri melihat suatu peluang untuk membuat perjanjian jual-beli bahan grain pada waktu mendatang yang kita kenal dengan sebutan forward trading. Tanggal 13 Maret 1851 merupakan awal kontrak forward yang pertama dan dicatat dengan 3.000 bushels. Setiap 1 bushels setaradengan 6 liter jagung dan yang kemudian dikirimkan pada tanggal juni 1851.

Forward trading adalah dokumen perjanjian dan kesepakatan (komitmen) yang legal/sah antara pembeli dan penjual dan harus dipatuhi oleh jedua belah pihak. Dalam dokumen itu dicatumkan jenis dan spesifikasi komoditi seperti jumlahnya, harga, waktu pengiriman dan lokasi penerimaan yang telah ditentukan pada waktu kemudian/mendatang.

Dengan forward trading para petani sangat terbantu, demikian pula pabrikan lebih mudah dan lebih awal menyusun rencana jangka panjang. Petani mendapatkan untung yang lebih banyak karena pembeli yakni pabrikan sudah pasti membeli hasil panenan. Sementara itu pihak pabrikan juga mendapatkan keuntungan dengan harga yang telah disepakati oleh kedua belah pihak meski penyerahan bahan yang dibeli itu baru akan dilakuakn beberapa bulan setelah surat kesepakatan disepakati oleh para pihak.

 Futures trading: Dalam perkembangannya, implementasi konsep forward trading memiliki beberapa kelemahan. Kontrak perjanjian tidak mempunyai standar kualitas dan ketepatan waktu pengirim (delivery time). Pada kenyataannya, pihak pembeli dan pedagang sering kali tidak menepati komitmen masing-masing sesuai dengan kesepakatan dalam forward trading sehingga ada pihak yang dianggap ingkar janji.

Kemudian pada tahun 1865, fungsi CBOT mengalami perkembangan dengan memformalkan standar kontrak untuk futures trading.Sejarah inilah yang menjadikan forward trading sebagai awal pemikiran dengan melakukan futures trading yang sekarangkita kenal dengan istilah futures market atau di Indonesia disebutkan dengan istilah perdagangan berjangka.

Perbedaan paling mendasar antara mendasar antara forward market dan futures market terletak pada acara bernegosiasi untuk menentukan harga. Pada model forward trading harga ditentukan secara lelang dan terbuka dan melibatkan banyak pembeli dan penjual.

Pengaturan kebijakan dan undang-undang merupakan satu kebutuhan dan sangat penting untuk mengikat para pelaku bisnis pada futures trading. Pengurus CBOT kemudian mengadopsi suatu kebijakan dan hukum yang digunakan sebagai pegawas untuk menjaga berlangsungnya pasar bebas yang tetap terjaga secara kompetitif.

Pihak pembeli dan penjual yang selanjutnyadisebut anggota yang melakukan kegiatan perdagangan di lantai perdagangan. Pada saat penyerahan fisik komoditi dari penjual kepada pembeli sama-sama terikat dengan peraturan dan ketentuan keanggotaan CBOT. Para anggota yang beraktivitas di lantai perdagangan memiliki tanggung jawab sesuai dengan ketetuan yang mereka lakukan. Pelanggran terhadap peraturan keanggotaan CBOT mengakibatkan adanya hukuman atau sanksi yang keras dan tegas bagi pelanggaran/ingkar janji sesuai dengan ketentuan dan undang-undang yang telah disepakati bersama.

Peraturan yang mengikat seluruh anggota selalu menekankan pemeriksaan terhadap jumlah dan kualitas atas komoditi yang diperdagangkan.Setiap anggota wajib memberikan catatan historis tentang keadaan dan perkembangan keuangannya.

Pada tahun 1900, futures market mengalami peningkatan yang sangat pesat. Selain CBOT, bursa-bursa lain bermunculan, seperti Chicago Mercantile Exchange, The New york Cotton Exchange,The New York Sugar Exachange, Chicago Butter and Egg Board. Pada saat itulah pemerintah federal mulai menaruh perhatian dan akhirnya memandang perlu untuk membuat undang-undang mengenai futures trading ini.

Pada tahun 1923, diterbitkan Grain Futures Act merupakan undang-undang pertama mengani futures trading. Salah satu ketentuan The Grain Futures Act adalah mewajibkan komoditi yang akan diperdagangkan di bursa mendapatkan izin (licensel) dari pemerintah federal. Pada tahun 1936 diterbitkan hukum baru yang digunakan pada kegiatan futures trading. Hukumitu dinamanakan Commodity Exchange Act yang ditetapkan oleh Commodity Exchange Authority (CEA). CEA memiliki kekkuatan di bidang kebijakan futures trading. UU ini mendapat dukungan sepenuhnya dari Departemen Pertanian (US Departement of Agriculture).

Sebuah komisi independen terdiri dari 5 orang anggota bernama The Commodity futures trading Commissions (CFTC) menggantikan Commodity Exchange Act menjadi Commofity Trading Commission Act pada tahun 1974. Otoritas CFTC cukup kuat yang mampu mengambil alih kebijakan yang tadinyaditangani oleh pemerintah. Dalam melakukan tugasnya CFTC bertanggung jawab kepada presiden dan mengonfirmasikan tugas-tugasnya kepada senat. Komisi CFTC mempunyai tanggung jawab penuh dalam membuat kebijakan yang berhubungan dengan pelaksanaan futures trading. 

Para anggota bursa yang mempunyai hak dan kewajiban sesuai dengan peraturan keanggotaan bekerja sama dengan CFTC membuat kebijakan pasar berjangka. Kerja sama yang baik ini menciptakan terjadinya persaingan yang bebas menuju sistem ekonomi pasar.

Pada periode yang sama terjadi perkembangan bursa di Asia yakni di Jepang. Jepang memiliki dan mengoperasikan 12 (dua belas) bursa yang berada di bawah 2 kementrian. salah satunya adalah Kementrian Pertanian, Kehutanan, dan perikanan (MAFF=Ministry of Agriculture,Forestry,and Fisheries), dan yang kedua adalah kementrian Perdagangan Internasional dan Industri (MITI= Ministry of International Trade and Industry). Karena ke-12 bursa itu diurus oleh dua kementrian yang berbeda maka uang deposit 'customer' dikelola secara terpisah. Artinya pengaturan keuangan diatur oleh bursa di bawah kementrian masing-masing.

Bursa yang tergabung di dalam MAFF terdiri dari 8 anggota bursa, yaitu:
1. Tokyo Grain Exchange (TGE),
2. Nagoya Grain & Sugar Exchange (NGE),
3. Kansai Agricultural Commodities Exchange (KAE),
4. Kanmon Commodity Exchange (KCE),
5. Yokohama Raw Silk Exchange (YSE),
6. Kobe Raw Sikl Exchange (KSE),
7. Maebashi Dry Cocoon Exchange (MDE), dan
8. Toyohashi Dry Cocoon Exchange (TDE).

Bursa yang tergabung dalam MITI ada 4 anggota bursa Yaitu : 
1. Tokyo Commodity Exchange (TCM),
2. Nagoya Textile Exchange (NTE),
3. Osaka Textile Exchange (OTE), dan
4. Kobe Rubber Exchange (KRE).

Terjadi perubahan pada perkembangan selanjutnya, Toyohashi Dry Cocoon Exchange, Nagoya Grain & Sugar Exchange dan Nagoya Textile Exchange digabung menjadi Chubu Commodity Exchange pada 1 Oktober 1996. Komoditi yang diperdagangkan adalah dry cooon, red bean, ilmported soybean, refiner sugar, cotton yarn (40s) dan woolen yarn. Dengan demikian jumlah bursa komoditi Jepang berkurang dari 12 menjadi 10 bursa pada waktu itu.

Minggu, 23 Januari 2011

Bursa Efek Bearish

Diawal tahun 2011 ini, selama 2 pekan terakhir, bursa efek mengalami bearish. IHSG turun sangat tajam, dari posisi 3.700 di akhir tahun 2010, meluncur deras hingga 3.360 di akkhir pekan lalu, 21 Januari 2011.

Banyak hal yang menyebabkan jatuhnya harga saham ini. Diantaranya yang paling menyolok adalah adanya aksi jual yang sangat besar dari investor luar negeri. Para investor domestik tampaknya ikut juga dalam aksi jual secara besar-besaran tersebut. Hengkangnya para investor tersebut diduga karena kekhawatiran tingginya inflasi di akhir tahun 2010 dan diperkirakan tetap bertahan di kuartal pertama 2011.

Sebab lainnya adalah gejolak bursa regional yang juga lesu. Imbasnya kedalam bursa domestik sangat terasa. Harapan para investor saat ini adalah pada respon positif pemerintah terhadap inflasi dan kinerja perusahaan yang melantai di bursa secara signifikan. Kita berharap kelesuan bursa ini tidak berkepanjangan. 

Kamis, 16 Desember 2010

Bursa Masih Bullish

Bank DBS Indonesia memperkirakan pada tahun 2011,  bursa saham masih bullish. Alasannya, arus modal yang masuk ke Tanah Air yang deras,  akan membuat bursa saham masih menjadi pilihan invesyasi. Demikian terungkap melalui Vivanews, pada hari KAMIS, 16 DESEMBER 2010, 15:21 WIB seperti di laporkan oleh Hadi Suprapto dan Syahid Latif.

Direktur Manajemen Risiko Kredit PT Bank DBS Indonesia, Birman Prabowo, menilai investasi saham pada tahun depan masih menarik. Derasnya arus modal yang masuk ke Tanah Air membuat saham masih menjadi pilihan. "Saham masih akan bullish," kata Birman kepada VIVAnews.com di Wisma Nusantara, Jalan MH Thamrin, Jakarta.

Free Website Hosting

Menurut Birman, derasnya arus modal terjadi karena investor memandang Indonesia masih menjadi alternatif investasi. Investor melihat, pasar modal Indonesia lebih tahan terhadap krisis global dibandingkan negara lain.
Faktor pendukung lainnya adalah tingkat suku bunga. Birman memperkirakan tahun depan masih terjadi kenaikan suku bunga, sehingga indeks saham pun masih berpotensi naik.

Birman memperkirakan investasi saham komoditas mineral dan agribisnis masih menjadi pilihan. Selain itu, saham produk-produk kebutuhan dasar juga masih menggiurkan. Sebagai catatan, indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia sepanjang 2010 terus menunjukkan kenaikan. Pada penutupan perdagangan bursa 2009, indeks saham ditutup pada level 2.530,92.


Peluang Bisnis Tiket Pesawat

Kamis, 25 November 2010

Waran Saham

Waran adalah hak untuk membeli saham atau obligasi dari satu perusahaan dengan harga yang telah ditentukan sebelumnya oleh penerbit waran/perusahaan emiten.

Harga pasar saham dapat berubah-ubah setelah penawaran umum perdana. Ketika harga tersebut naik menjadi lebih tinggi, maka pemilik waran akan mendapat keuntungan karena dapat membeli saham tersebut dengan harga awal. Sebaliknya jika harga pasar turun menjadi lebih rendah dari harga awal, pemilik waran akan mengalami kerugian sesuai harga waran, karena waran tersebut tidak dapat digunakan untuk membeli saham dengan harga yang lebih rendah dari harga pasar.


Peluang Bisnis Tiket Pesawat

Waran umumnya dapat diperdagangkan juga di bursa, sehingga pemilik waran dapat juga mendapat keuntungan (capital gain) jika bisa menjual waran tersebut lebih tinggi dari harga beli. Waran hampir mirip dengan Opsi, sama-sama merupakan suatu jenis kontrak dari pasar modal, hanya saja Waran lebih bersifat pribadi, sedangkan Opsi lebih ke khayalak umum dan terbuka.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...