Belajar Forex masterforex.org

InstaForex
Tampilkan postingan dengan label Asia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Asia. Tampilkan semua postingan

Minggu, 23 Januari 2011

Bursa Efek Bearish

Diawal tahun 2011 ini, selama 2 pekan terakhir, bursa efek mengalami bearish. IHSG turun sangat tajam, dari posisi 3.700 di akhir tahun 2010, meluncur deras hingga 3.360 di akkhir pekan lalu, 21 Januari 2011.

Banyak hal yang menyebabkan jatuhnya harga saham ini. Diantaranya yang paling menyolok adalah adanya aksi jual yang sangat besar dari investor luar negeri. Para investor domestik tampaknya ikut juga dalam aksi jual secara besar-besaran tersebut. Hengkangnya para investor tersebut diduga karena kekhawatiran tingginya inflasi di akhir tahun 2010 dan diperkirakan tetap bertahan di kuartal pertama 2011.

Sebab lainnya adalah gejolak bursa regional yang juga lesu. Imbasnya kedalam bursa domestik sangat terasa. Harapan para investor saat ini adalah pada respon positif pemerintah terhadap inflasi dan kinerja perusahaan yang melantai di bursa secara signifikan. Kita berharap kelesuan bursa ini tidak berkepanjangan. 

Senin, 18 Oktober 2010

IHSG Ambruk 30 Poin : 3.566


Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) semakin jatuh di zona merah akibat sentimen pelemahan bursa-bursa regional. Saham-saham komoditas pertambangan dan konsumer menyeret IHSG jatuh 30 poin.

Membuka perdagangan tadi pagi, IHSG melemah, turun 5,339 poin (0,15%) ke level 3.591,692. Sementara di penutupan perdagangan Sesi I, IHSG terus turun 11,870 poin (0,33%) ke level 3.585,161.

Pelemahan IHSG konsisten sepanjang perdagangan awal pekan ini. Pada penutupan perdagangan, Senin (18/10/2010), IHSG turun 30,113 poin (0,84%) ke level 3.566,918. Sementara Indeks LQ 45 turun 7,163 (1,07%) ke level 661,755.

Saham-saham komoditas pertambangan dan konsumer memberi andil yang sangat besar dalam penurunan IHSG dengan masuk ke dalam jajaran top loser. Hari ini, saham yang turun jumlahnya semakin banyak, yaitu 154 saham.

Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG tidak mampu keluar dari zona merah. IHSG sempat meyentuh posisi terendah di level 3.557,275 dan tertinggi hanya di level 3.593,104.

Perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi di seluruh pasar 118.837 kali pada volume 5,796 miliar lembar saham senilai Rp 4,397 triliun. Sebanyak 70 saham naik, 154 saham turun dan 54 saham stagnan.

Selasa, 12 Oktober 2010

IHSG Bertahan : 3.565

Setelah turun dari pemecahan rekornya di level 3.600, IHSG bertahan kuat di level 1.3500-an. Sentimen pasar masih cukup positif kendati banyak saham blue chips menempati kotak Top Loser hari ini. Hal ini juga dipengaruhi oleh trend melemahnya bursa-bursa saham Asia lainnya.

Seperti ditulis oleh Indra Bagus dari detikFinance, pelemahan bursa-bursa Asia dan Eropa membuat IHSG tak mampu melanjutkan penguatan. IHSG dibuka naik tipis ke level 3.548,939 dan kemudian melanjutkan penguatan ke level 3.565,408, naik 17 poin dari penutupan kemarin di level 3.548,746.

Pada sesi I, perdagangan berjalan lesu dan tidak bergairah. Pembalikan arah bursa-bursa Asia ke zona negatif membuat IHSG tidak punya tenaga lebih untuk naik lebih tinggi. Saham-saham unggulan pun bergerak dalam tekanan jual.

Memasuki sesi II, IHSG masih mencoba bertahan di zona positif. Sayangnya, sentimen negatif diperparah dengan pembukaan bursa-bursa Eropa yang seluruhnya melemah dengan rata-rata di atas 1% siang tadi.

Investor pun segera mengantisipasi potensi terjadinya koreksi lanjutan untuk perdagangan besok dengan melepaskan sebagian portofolio sahamnya. Hampir seluruh indeks saham sektoral melemah kecuali indeks saham agrikultur, properti, infrastruktur, dan aneka industri yang masih menguat.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...